Tentang Blog

Blog ini berisi tulisan yang tidak akurat dan berasal dari pemikiran subjektif penulis dalam kapasitas sebagai orang biasa. Segala kesalahan informasi yang terdapat di dalamnya harap dimaklumi dan tidak perlu diambil hati. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama dan lokasi kejadian, semua ini hanya sekedar tulisan ringan curahan perasaan, juga uneg-uneg yang tidak terkendali.

Di kehidupan nyata sendiri saya jarang mengungkapkan hal-hal tersebut, mereka bilang saya orang yang optimistis dan selalu humoris.

Sekedar informasi…. ;P~

Mohon maaf (lagi) pada beberapa orang yang bertanya siapa saya atau ingin berkenalan, tapi saat ini saya lebih merasa nyaman dengan bebas identitas.

Terimakasih untuk

– WordPress yang sudah memberikan layanan ini;

– Kantor Pusat yang sudah banyak memberikan akses gratis;

Yetty Sarah yang memberi saya inspirasi untuk mencicipi blog.

9 Komentar Add your own

  • 1. Yesa  |  18 Februari 2009 pukul 10:41 pm

    Halah..inspirasi.

  • 2. Mizu  |  19 Februari 2009 pukul 3:43 pm

    hehehe… halo inspirasiku… hehehe… :mrgreen:

  • 3. WIR  |  10 Agustus 2012 pukul 2:07 am

    Tugas Kerja di Lubuk Linggau

    Pak 28764ku^^ perkenalkan sy Pak WIR, rencana september tahun ini sy ditugaskan oleh Perusahaan sbg Marketing Supervisor di Lubuk Linggau. Bolehkah berkenalan dgn Anda utk sekedar menjadi teman? Mengingat sy tdk faham dgn kondisi sosial, geografis dan adat serta kebiasaan masyarakat di Lubuk Linggau termasuk cari pondokan buat Kos. Ini email sy (bijak79@gmail.com) Trims

  • 4. Martabak  |  10 Agustus 2012 pukul 9:06 am

    Salam kenal, pak Wawan. Selamat datang di kota Lubuklinggau.
    Lubuklinggau bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Sumatera Selatan dari beberapa perspektif, meskipun banyak hal yang berbeda. Terletak di persimpangan jalur lintas barat Sumatera menjadikan kota ini cukup strategis untuk berkembang cepat dibanding kota lain. Potensi dan mata pencarian masyarakat adalah perkebunan, pertambangan, perdagangan, jasa keuangan, dan pemerintahan.
    Sektor konstruksi pun bisa dibilang cukup berkembang sejak beberapa tahun belakangan, ruko-ruko sedang menjamur sepanjang kota selain karena perekonomian yang makin maju juga harga tanah yang meroket dalam satu dekade ini. Sebagai gambaran, lima tahun lalu harga sewa kontrakan saya adalah setengah dari harga sewa yang sekarang dengan rumah yang sama. Terkadang tidak berlebihan kalau berencana tinggal lama di sini lebih baik membangun rumah daripada menyewa.
    Untuk saat ini ada banyak pilihan tempat tinggal; mulai dari kos, bedeng, ataupun kontrakan. Setahu saya rentang sewa kos untuk di kota antara 200 ribu sampai dengan 2 juta sebulan tergantung lokasi dan fasilitas. Faktor lingkungan juga harus dipertimbangkan sebab seperti di beberapa tempat lainnya, isu primordial masih sering muncul sebagai ganjalan.

  • 5. WIR  |  10 Agustus 2012 pukul 8:34 pm

    Terima kasih sebelumnya.
    Sebagai gambaran saja, bhw sy bekerja pd salah satu Perusahaan Consumer Goods yg tergolong cukup besar. Maka dr itu, sy dituntut utk mengembangkan jangkauan distribusi, penetrasi produk ke pasar, membesarkan omset dan profit Perusahaan sekaligus hrs mensupervisi para karyawan disana. Ketika sy membaca salah satu tulisan Anda bhw, Anda dikelilingi oleh org atau tmn-tmn kerja yg menurut Anda “BEKICOT” tdk kooperatif!!? Sy agak ragu.

    Sekedar sharing, apakah org-org di sana memang memiliki watak/karakter sprt itu? Dan bagaimanakah cara mereka berdagang? Yg lebih penting, kira-kira daerah mana yg kondusif utk sy tinggal? Trims

  • 6. Martabak  |  15 Agustus 2012 pukul 7:56 pm

    Cukup banyak tempat untuk tinggal di Lubuklinggau, yang cocok untuk Anda mungkin daerah Watervang, atau Lapangan Merdeka, dan sebenarnya masih banyak pilihan, tapi itu tetap tergantung selera. Untuk transit pun ada beberapa hotel sekelas bintang dua yang bisa kita dapatkan di sekitar lokasi itu seperti SMART, Lintas, ataupun Abadi.

    Untuk baik-buruknya kebiasaan masyarakat, mungkin itu akibat perbedaan budaya dan tradisi. Pengalaman saya di beberapa wilayah lain di Indonesia, rata-rata pribumi manapun memang kalah bersaing dari pendatang. Kecenderungan blame, excuse, justify dari kelompok terpinggirkan selalu ada dimanapun. Saya tidak mengatakan tradisi itu baik ataupun buruk sebab itu sangat tergantung persepsi kita. Ada beragam budaya dan tradisi suku ataupun kampung yang dominan di sini sangat kontras dengan budaya lain yang biasa kita kenal. Sebagai gambaran ada sebagian kelompok yang terbiasa memanggil orang tua dengan sebutan atau nama asli dan itu biasa untuk menyebut kata “kamu” pada orang yang lebih tua. Banyak pendatang mungkin menyebut dirinya orang lokal, sebenarnya sekedar ingin menaikkan bargaining position saja. Pengaruh istri dalam keputusan keuangan biasanya cenderung dominan sekalipun sistem yang dianut bukanlah matrilineal.

    Tradisi lisan sangat dominan, sering kita harus melakukan sesuatu sendiri daripada membicarakannya karena tidak akan pernah selesai. Sesuatu yang tersebar secara lisan seringnya lebih mudah dipercaya oleh banyak orang daripada kebenaran yang ada. Sangat penting untuk memastikan kebenaran informasi dan laporan yang ada. Selain itu mereka cenderung membedakan komunitasnya dengan orang luar dari bahasa dan logat yang Anda pakai, awalnya untuk memberi toleransi budaya, tapi terkadang disalahgunakan untuk melakukan diskriminasi, maka tidak ada salahnya memelajari dialek lokal kalau Anda berencana lama tinggal di sini.

    Adalah lebih baik bertanya dan mencapai kesepakatan sebelum melakukan sesuatu karena terkadang harga yang diminta akan jauh diluar perkiraan. Untuk market mungkin mereka cukup bagus, tingkat konsumsi di kota ini relatif tinggi, itu sebabnya perbankan dan jasa pembiayaan tumbuh cukup subur. Banyak yang belum paham cara mengelola keuangan, dan banyak pelanggan yang cenderung royal tidak banyak menawar.

    Setidaknya kita harus selalu menetapkan batasan yang tegas dan tetap sabar. Terlalu memanjakan biasanya tidak membuat orang berterimakasih justru menuntut lebih. Perlakuan yang adil dan kesetaraan lebih cocok daripada insentif yang tidak jelas. Kita tidak bisa mengharapkan harimau untuk turun membajak sawah, kalau memang harus, mungkin lebih baik mendatangkan kerbau dari tempat yang jauh. Karenanya filter saat mencari bawahan atau rekan bisnis yang sejalan dengan tujuan kita adalah sangat penting.

  • 7. Suhala Bedy  |  16 Agustus 2012 pukul 4:31 pm

    KEPALA CURUP KAMPUNG PERAMPOK

    Di Blogger sejak Juni 2012
    Tampilan profil – 1161

    Blog saya
    KEPALA CURUP

    Tentang saya

    Lokasi KEPALA CURUP, BENGKULU, Indonesia
    Pendahuluan MATI DEM TING TOP.
    Minat MERAMPOK

    kepalacuruppenjahatrampok.blogspot.com

  • 8. WIR  |  16 Agustus 2012 pukul 4:59 pm

    Terima kasih atas informasinya-yang sangat membantu-itu akan berguna bagi saya.

  • 9. Wong Linggau  |  29 Oktober 2012 pukul 9:05 pm

    Sudah mau dua bulan saya di lubuk linggau, datang pertama kali hari sabtu tanggal 08 September 2012. Hingga saat tulisan ini tertuang : saya membenarkan dan setuju dgn pendapat Anda, bhw org-org disini-di Lubuk Linggau-sejenis BEKICOT. Sampe berbusa dan jontor mulut, cape sendiri-semua hrs saya lakukan sendiri-jadinya. Sungguh aneh org-org disini, GENGSInya doang tinggi tapi kerjanya NDAK KATE, bikin PENING NIAN. Luarrrr…. Biasoo….

    Sampe saya menulis comment ini, daya jelajah sdh sampe Trans Subur, Trans Jaya Loka, Rupit, Suru Langun, Tebing Tinggi bahkan jalan-jalan yang Anda sebutkan-Lubuk Linggau Bengkulu dan Lubuk Linggau Palembang sdh saya lewati semua. Bukan Main….Main Bukan….

    Apalagi, ketika saya datang berbarengan dengan musim paceklik, di beberapa wilayah sangat rawan terutama di daerah pedalaman Trans. Bahkan di tempat saya KOST-daerah Majapahit-baru dua minggu saya bermukim ada tetangga baru anak kuliahan STKIP baru KOST 3 hari, pd malam harinya pintu kostnya di congkel kemudian di todong pake pistol, dirampas Motor TIgernya, HP, LAptop dan uang. Kejadian tsb kami laporkan kpd Ibu kost, aparat setempat dan kepolisian. Tp boro-boro di usut, Olah TKP saja tdk ada atau rasa belas kasihan sbagai manusia.

    Org-org disini pada CUEK, mikir perut dan keluarga dewek bae, org lain masa bodo. Sekali lagi Bukan Main….Main Bukan, Ngeri, Sadis. Saya jg tinggal di Jakarta tp rasanya di Jakarta gak segitunya kale….

    Alhamdulillah masih diberikan pikiran waras, badan sehat, masih bisa berbagi walaupun kecil dan yang terpenting masih diberikan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Sungguhpun dalam keadaan sulit. Alhamdulillah Robbil Alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: