Godaan Pandangan Pertama

08 Desember 2008 at 1:01 pm Tinggalkan komentar

Kemarin dapat tugas mengantar tamu ke bandara Fatmawati di Bengkulu. Hitung-hitung refreshing, berkeliling kota. Lumayan juga, namanya ibukota provinsi jadi fasilitas lumayan lebih lengkap daripada di Lubuklinggau. Ada Gramedia dan toko-toko besar meski sederhana.

Menuju pantai kami melintas di jalan utama kebetulan aku melihatnya di toko itu, sekilas saja, tapi setelah itu di sepanjang jalan aku selalu tergoda untuk memikirkannya. Aku hanya diam, perjalanan harus berlanjut, seperti rencana sebelumnya maka kami menuju pantai. Mencari ikan, melihat pemandangan dan mengunjungi benteng.

Menjelang tengah hari, mendekati jadwal keberangkatan sang tamu minta langsung diantar saja ke bandara daripada terlambat. Bandara Fatmawati seperti sebelum-sebelumnya penuh lalat berterbangan bebas di lantainya yang penuh mahluk hitam bersayap itu.

Melewati jalan yang tadi, sedikit memutar… dan kami tersesat tanpa petunjuk, meski jalannya cuma itu-itu saja ya nyasar juga akhirnya. Berputar-putar di jalanan yang sepi tidak sengaja lewat di depan toko yang tadi. Dia masih di sana, kali ini lampu merah jadi aku memandanginya lebih lama, benar-benar cantik. Ragu-ragu, tapi hasratku begitu menginginkannya.

“Aku mau mampir bentar, tunggu ya,” kami berbelok dan parkir tidak jauh di sana. Kami masuk ke toko itu, melihat-lihat sebentar. Melihatnya membuatku tersenyum-senyum sendiri.

“Berapa yang ini?” aku menunjuknya. Laki-laki pemilik toko itu buru-buru berdiri dan menghampiriku, mungkin dipikirnya aku serius.

“Ah, yang ini dua setengah, barang baru, memang lebih cantik,” katanya datar.

“Koq murah banget sih, tapi apa bisa kurang lagi?” kataku agak ragu.

“Wah, ini barang baru, Om, udah banyak yang cari dia, nanti nyesel loh.” Dia menggodaku.

Singkat cerita akhirnya kami membawanya dengan terios, mengikatnya di kursi belakang supaya tidak bergerak-gerak. Agak susah dengan tali terbatas.

Kebetulan saja belakangan sepeda pancal yang biasa aku bawa mencari rejeki itu sudah mulai renta. Beberapa onderdilnya sudah harus diganti, bodinya masih mulus tapi sudah tidak seimbang lagi. Akhirnya aku beli sepeda baru, United Exotic punya dua cakram dan full suspension dengan harga terjangkau. Sepeda yang cantik, meski tadinya aku sedang mengincar Wimcycle DX tapi yang ini boleh juga. Mungkin ini sudah jodoh, hehhehhehh…..

Entry filed under: Melamun. Tags: .

Hari ini mati lampu lagi…. (23 Oktober 2008) Lubuklinggau-Palembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: