Liburan Sejenak

19 Agustus 2008 at 9:21 pm 2 komentar

Tanggal enambelas sampai delapan belas ada hari libur yang panjang buatku. Sebenarnya masih banyak pekerjaan menumpuk, dan sebuah masalah besar yang menunggu.

Hari Sabtu kemarin aku masih sempat lembur dan merusak sebuah server penting kami… itu bencana, karena aku yang merusaknya. Itu cerita lain, pahit dan sampai hari ini masih bingung. Lalu hari minggu karena trauma dengan kejadian malam itu aku jalan-jalan keliling kota. Sepanjang jalan berbagai perlombaan berlangsung, seputar panjat pinang dan tarik tambang. Di sekitar Siringagung ada bebarapa lomba yang lebih unik macam perang bantal di atas bambu juga katanya ada lomba perahu, tapi sebenarnya saya tidak melihatnya.

Sampai siang hari datanglah sebuah pesan singkat yang isinya ajakan untuk piknik bareng ke Curup… tapi aku rasa mereka tidak ingin mengajakku seandainya aku tidak bisa menyetir meski mereka sering ketakutan dengan keahlianku itu… hehe.

Pertama-tama kami menuju Pondok Hijau di Merasi… yah… ini sih diluar rencana semula. Mereka membawa dua wanita yang sedang kelaparan, jadi kami harus mencari makan dulu. Cukup lama di sana, sambil melihat-lihat kolam penuh ikan, juga hamparan sawah. Selokan dengan air jernih yang deras dan penuh adalah pemandangan yang buatku unik, apalagi orang sekitar situ biasa mandi di sana… di pinggir jalan itu.

Lalu rencana kedua kami harus mengantar dua orang wanita yang sudah kenyang itu pulang ke rumah orang tuanya… tentunya kami tidak boleh membawa mereka terlalu jauh. Durian Rampak ke arah Jambi, ternyata rumah mereka jauh juga.

Akhirnya jadi juga ke Curup, setelah mengisi bensin. Perjalanan selama dua jam melewati kawasan Kerinci Seblat, hutan-hutan yang ada di sepanjang jalan masih cukup bagus. Jalanan yang naik-turun berkelok-kelok terasa menyenangkan terutama karena saya yang menjadi sopirnya mendengar para penumpang yang berjumlah empat orang itu ketakutan dan mual-mual.

Di Curup… capek ceritanya nih… banyak deh yang kami lakukan. Tadinya sih pingin nginep di Vila Hijau di pinggir danau, tapi gara-gara pake mobil kantor jadi kami ke kota. Penginapan di sana meski VIP ternyata lumayan murah juga (tentu dengan pelayanan yang lumayan seadanya juga). Menikmati udara sejuk, sedikit kopi, kacang-kacangan, susu, dan jagung. Buatku kota Curup lumayan bagus, kotanya mungil dan trotoarnya bersih. Seperti di Jogja, di sana nama jalan juga ditulis pake huruf tradisional. Bentuknya garis-garis mirip sandi rumput dan ada beberapa bulatan-bulatan. Sepertinya mereka punya budaya sendiri.

Beberapa objek wisata seperti Suban air panas, juga danau meskipun cuma begitu-begitu aja boleh dibilang menghibur. Kawasan agro di puncak biasanya ada banyak kedai jagung, kios stroberi, dan ada satu toko susu yang namanya Koicha hasil kerjasama dengan Korea. Susunya enak, ada beberapa pilihan rasa, aku membelinya beberapa gelas untuk oleh-oleh buat anak-anak tetangga.

Pulangnya kami mampir dulu ke Lapter, main roler blade yang berusan dibeli di Curup (katanya sih di Linggau ga ada). Lanjut ke watervang, sampe magrib, malemnya main futsal….

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Rayuan dan Hati yang Ringan Aturan, Pelanggaran, dan Orang di Sekitarku

2 Komentar Add your own

  • 1. yetty  |  20 Agustus 2008 pukul 12:52 pm

    seru banget yaaa… aku malah gak ngapa-ngapain liburan, tidur terus..nyesel

  • 2. yee  |  24 Agustus 2008 pukul 9:00 pm

    yull, posting dunk sering-sering,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: