Rayuan dan Hati yang Ringan

28 Juli 2008 at 9:07 pm 2 komentar

Pernah seorang teman bertanya, kapan nikah. Pertanyaan yang jawabannya belum terpikirkan…. Sejauh ini aku masih menikmati kesendirianku. Belum ada yang cocok, alasan yang biasa aku sebutkan. Kalaupun ada yang cocok biasanya merekanya yang gak mau.

Yah, banyak laki-laki mengobral rayuan di luar sana. Banyak omong kosong yang ditebarkan dengan harapan meraih simpati dan menambah pesona. Buatku aku lebih suka jadi diriku sendiri… meski mereka bilang aku ga doyan perempuan, tapi yah, ini apa adanya diriku. Jujur aku tidak jatuh cinta kalau cuma kenal sekilas. Banyak wanita yang menarik di sekitar kita, tapi hanya sedikit yang benar-benar bisa bersama kita.

Satu demi satu mereka pergi, orang-orang yang katanya menanti dengan sabar… yah pergilah dulu biar aku tidak merasa bersalah, jangan menungguku lagi. Aku masih takut. Aku tidak yakin mereka bisa menerima kesusahan hidupku. Mereka selalu menganggapku hebat, dengan segala pujian yang selalu membuatku risau.

Tiada aku merayu mereka, apa adanya diriku ini maka mengertilah. Aku ingin mereka lihat semua kelemahanku, mengenalku lebih jauh tanpa meminta aku berubah jadi orang lain. Jika memang tidak ada dia, maka biarlah aku sendiri dengan sisa usiaku ini.

Untuk wanita-wanita yang pernah dekat denganku, maka selalu aku berpesan bahwa semua yang kulakukan dan kuberikan tiada aku meminta apa-apa. Sama seperti senyum yang biasa aku layangkan di kejauhan, cindera mata dan aneka benda yang pernah kuberikan itu hanya sekedarnya. Ada perasaan senang bisa memberinya, bukan aku ingin meraih hati mereka, sebatas senyuman di wajahnya pun sudah cukup. Kenanglah itu untuk masa-masa yang indah.

Kalau mereka memang ingin bersamaku, hanya kalau mereka benar-benar menerima sepenuhnya. Tiada rayuan atau kata manis yang akan aku ucapkan, mungkin hanya pertanyaan sambil lalu.

Tiada rasa cinta yang pernah aku rasakan hingga beban ini tidak seberat yang mungkin orang lain rasakan. Ibuku, ayahku, saudaraku, dan keluarga dekatku… merekalah orang-orang yang aku cintai. Merekalah yang melindungiku dan masih menerimaku dengan semua kegagalan yang pernah aku alami.

Aku belum pernah mencintai atau merasa memiliki wanita yang belum aku kenal, sekedar suka itu biasa, karenanya aku bebas.

Entry filed under: Melamun. Tags: .

Chaos Liburan Sejenak

2 Komentar Add your own

  • 1. Yee  |  30 Juli 2008 pukul 7:35 am

    Tsaaahh..dalemmm

  • 2. diarypuan  |  05 Agustus 2008 pukul 9:53 am

    hikz.. no comment deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: