Memilih Pasangan

20 Juni 2008 at 9:11 pm Tinggalkan komentar

Seorang teman kami baru saja menikah. Seperti pernikahan lain, tidak ada yang terlalu menarik untuk dibahas bagi kita orang yang tidak ada hubungannya dengan mereka. Pernikahan adalah hal yang sudah biasa terjadi di sekitar kita.

Beberapa kali seorang teman lama selalu bertanya tentang dirinya, “memangnya aku kurang cantik ya?”

Entah apa arti pertanyaannya itu, tapi menurutku dia cukup menarik (paling tidak buatku).

Seperti temanku yang baru saja menikah itu, menurutku, dan seperti yang biasa kami bicarakan sambil lalu, wanita tidak selalu dikejar karena kecantikan semata. Buatku, saat ini, lebih penting wanita yang cerdas daripada sekedar cantik atau seksi. Dari sejumlah pengalaman belakangan ini buatku dekat dengan orang bodoh, termasuk wanita lebih banyak membawa masalah, baik jangka pendek maupun panjang.

Yah, obrolan yang sering muncul antara kami para bujang adalah kalau wanita cantik tanpa otak hanya cukup dinikmati sejenak. Alamiah kalau wanita cantik selalu digoda, tapi untuk berpikir menjalin hubungan serius mungkin lebih menarik wanita yang cerdas, yang kira-kira bisa menjaga keluarga dan tidak banyak ulah. Kebanyakan wanita yang aku “temukan” belakangan ini kurang menarik buatku bukan karena tidak cantik, tapi lebih karena tidak cerdas, ditambah sifat malas, dan beragam sifat buruk lain… tanpa bermaksud menghakimi.

Kebiasaan untuk melakukan hal bodoh yang berbahaya buat diri mereka sendiri benar-benar membuat kami kehilangan selera. Sekedar berteman sih boleh saja. Untuk bisa hidup bersama… maksudnya berkeluarga, rasanya aku lebih memilih yang aman dan nyaman saja. Tidak perlu cantik, asal fisik, mental, dan kebiasaannya sehat itu sudah cukup… tapi sepertinya makin sulit dicari saja.

Teman tersebut adalah seorang yang punya penampilan cukup menarik, semua mungkin setuju kalau dia disebut tampan, sementara istrinya biasa saja, tidak ada yang kelihatan istimewa. Usia istrinya lebih tua, bahkan mereka baru saja bertemu beberapa bulan ini. Pasti ada sesuatu yang menarik bagi teman kami itu, dan itu pasti bukan kecantikannya (aku rasa semua setuju).

Btw, belakangan ini kerjaan aku makin gak jelas aja… aneka macam tugas dan posisi campur aduk, jadwal dan berbagai jenis berkas berkumpul di sekitar ruang kerjaku. Mudah-mudahan badai cepat berlalu.

Entry filed under: Melamun, Tentang mereka. Tags: .

krisis foto cantik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: