merasa hebat

29 Mei 2008 at 10:10 pm Tinggalkan komentar

Minggu-minggu ini aku merasa bosan. Banyak hal yang monoton, tidak ada perubahan dan waktu terus berlalu. Lagi-lagi aku mengeluh.

Ketika berada di Jakarta dulu aku merasa seperti orang bodoh ditengah orang-orang pintar, banyak “orang kuat” dan “berpengaruh” membuat kita yang “biasa-biasa saja” kagum. Aura mereka yang kuat membuat kita terbawa pada pemikiran-pemikiran mereka yang segar dan bersemangat.

Sekarang aku merasa jadi orang hebat di tengah orang-orang bodoh. Entah ke mana perginya para orang pintar yang aku dambakan itu. Betapa rendah minatku untuk bertemu apalagi berbicara dengan mereka yang mengaku pandai. Hanya teori basi dan omong kosong yang masuk ke telingaku tiap aku berinteraksi dengan para sampah. Semua ini membuatku jadi apatis dan pasif.

Katanya mereka bisa bekerja lebih cepat dan lebih rapi, betapa kelompok sangat membutuhkan kehadiran mereka. Lalu setelah itu mereka menceritakan beberapa adegan seru kehidupan mereka yang diangggap pantas dibanggakan. Toh beberapa menit kemudian cerita mereka yang berputar-putar itu kembali dengan keluh kesah tanpa solusi ataupun ide yang pasti. Intinya mereka ingin dipuji dengan tanpa usaha sendiri.

Sial, kenapa aku berada di tengah sampah-sampah begini. Alangkah menyedihkannya mereka yang cengeng ini, minta dikasihani sekaligus minta dihormati. Sikap yang arogan sekaligus bodoh.

Entry filed under: Melamun. Tags: .

Perempuan dan cerita lama bunga kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: