Sederet Kejadian

09 Maret 2008 at 11:50 pm Tinggalkan komentar

Beberapa minggu ini banyak kejadian terjadi padaku. Banyak hal yang sepertinya sudah merubah diri dan kehidupanku. Tiba-tiba.

Ada seorang wanita yang menyatakan perasaannya padaku tepat sebelum dia menikahi orang lain, ada konflik yang memicu api dalam sekam, ada teman lama yang datang kembali, ada perang dingin yang makin menegangkan, dan tentunya setumpuk pekerjaan yang makin tinggi di mejaku.

Kantor yang semakin jauh meski cuma 20 menit naik sepeda pancal, tapi cukup menguras tenaga karena kebiasaan “datang tepat waktu” alias mepet-mepet, membuat aku jadi merasa cepat lelah. Lokasinya menjauhi pusat aktivitas kota, padahal di kota itu pusat aktivitas kami… aneh ya.

Pendeknya perasaanku seperti seorang prajurit yang merasa hampir mati kehabisan oksigen ditengah kekalahan. Di saat seperti ini malah orang-orang yang aku butuhkan kehadirannya tidak pernah bisa mendampingi. Paling tidak aku ingin bercerita tentang perasaanku… ya… hanya ingin bercerita saja.

Tenagaku terkuras habis… bahkan dalam satu jam yang santai pun hampir belasan kali naik turun tangga. Perasaanku hancur oleh berbagai kejadian, penghianatan oleh teman dan kekasih rasanya jadi biasa buatku. Berpikir pun aku gak tau lagi mana yang mesti aku pikirkan dulu. Waktu ini terasa begitu cepat!!! Napasku hampir habis… seperti terbawa arus yang membuatku hampir mati tenggelam. Semua orang seperti berteriak-teriak memelas, “kerjakan sekarang juga, kumohon.” lalu mereka kembali ke komputernya, menggerakkan mouse untuk memindahkan kartu-kartu di layar monitor.

Kamarku yang aku datangi entah berapa jam sehari sudah mirip kandang babi. Buku-buku berserakan dengan bungkus roti, baju kotor, alat tulis, kertas-kertas, dan entah apa lagi… semoga bukan mahluk hidup.

B os berkata jangan lupa mengurus diri sendiri. Mungkin dia bercanda kalau tidak dibilang belum sadar perintah-perintahnya yang terdengar ringan selalu memerlukan langkah yang panjang dan menguras tenaga, waktu, juga pengorbanan lain yang tidak sedikit. Mungkin dia melihat wajahku yang kusut, tapi yang aku harapkan dari dia bukan itu, sekedar carikan saja pengganti buat posisi-posisiku ini, atau setidaknya partner yang agak cakap sedikit hingga aku tidak harus mengerjakan detail sendirian.

Oh… mungkinkah blog ini sudah ditakdirkan untuk jadi tempat ratapanku…. Di kehidupan nyata orang-orang di sekitarku lebih baik tidak tahu kalau aku sedang sedih dan frustasi.

Entry filed under: Melamun. Tags: .

Lubuklinggau lagi Jodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: