Masa lalu….

18 Februari 2008 at 6:34 pm Tinggalkan komentar

Sore ini langit mendung, menjelang magrib, matahari mulai tenggelam. Udara panas masih terasa dan baju kantor yang aku pakai terasa makin lengket. Sejenak aku berhenti dari pekerjaanku, memandang ke atas, awan kelabu bergulung-gulung.

Teringat ketika masih di Abepura dulu, di dekat Kotaraja, Papua, di belakang komplek kami ada sebuah bukit kecil, waktu itu aku masih kelas tiga SD. Hampir tiap sore aku mendaki bukit, dibawahnya ada rawa tempat kami biasa memancing ikan. Sering aku jatuh dari bukit itu, berguling-guling sampai kulit lecet dan tergores. Kalau malam tahun baru biasanya ada yang menyusun botol-botol untuk lalu dinyalakan dari pinggir sampai apinya rata membentuk tulisan “Selamat Tahun Baru” selama kira-kira tiga jam.

Walaupun sederhana tapi buatku itu kenangan itu sangat menyenangkan. Bermain bersama teman-teman permainan sederhana dengan mainan buatan sendiri.

Teringat juga ketika masih di Jogja dulu bersama teman-teman keliling Kota Gede sambil jalan kaki, berjualan boneka, memanjat tembok Gembira Loka, memasuki rumah-rumah tua, keluyuran di jalanan sampai malam. Tapi herannya diantara mereka masih saja ada yang bisa mencapai nilai tertinggi… aku jadi merasa kalau mereka memang jenius. Hanya sebentar aku di sana tapi ada kesan yang kuat, entah apa. Sayangnya udara di sana panas.

Di mana pun selalu saja ada yang menarik. Kota kelahiranku di Malang, sekarang rasanya sudah makin asing saja. Banyak hal yang aku rindukan dahulu sekarang sudah tidak aku temukan lagi. Potongan-potongan hal yang indah itu terkadang malah aku dapatkan di tempat lain.

Entry filed under: Melamun. Tags: .

Tambal-sulam…. Menghitung Nilai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: