Tambal-sulam….

17 Februari 2008 at 5:48 pm Tinggalkan komentar

Beberapa hari ini kami melakukan banyak hal yang sia-sia, tapi amat menguras tenaga juga waktu dan pikiran. Masalahnya sederhana saja, dan kalau dipikir lagi kenapa ya orang-orang kita senang sekali bekerja tanpa perencanaan yang matang padahal bisa aja banyak pekerjaan itu dikerjakan bersamaan. Gak efektif dan gak efisien.

Bayangkan saja kalau kita mesti bekerja selama sebulan penuh untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa selesai dalam dua hari saja kalau perencanaannya matang. Ada lima pekerjaan yang mesti kami lakukan berulang-ulang… menyebalkan. Pertama: kami pasang kabel UPS yang harus membongkar dinding lalu memasangnya lagi. Kedua: kami pasang kabel LAN dan harus bongkar dinding lalu pasang lagi. Ketiga: kami pasang kabel serial untuk mesin antrian dan harus bongkar pasang dinding lagi. Keempat: kami pasang kabel Runing Text dan speaker dengan bongkar pasang dinding lagi. Kelima: kami mesti bongkar pasang kabel-kabel itu karena letaknya gak sesuai keinginan bos, jadi empat langkah pertama mesti diulang lagi…. Tembok yang sudah diplester dan terlanjur dipasang walpaper terpaksa dibongkar lagi dan lagi. Biayanya membengkak jadi berlipat-lipat, juga tenaga kami habis terkuras untuk hal yang sebenarnya simple.

Gak praktis banget cara kerja tambal-sulam dalam jangka waktu satu bulan begitu, terlalu pendek untuk disebut perbaikan bertahap dan saya lebih suka menyebutnya ceroboh

Kenapa mesti bongkar-pasang tembok? Karena gedung itu gak punya jalur kabel khusus, dan jarak langit-langit gypsum-nya cuma 15 cm. Hanya hal yang kedengarannya sepele, tapi itu menghabiskan banyak waktu. Belum lagi salah satu teknisi kami keracunan dan terpaksa aku bawa ke rumah sakit….

Btw kerjaanku di kantor yang masih operasional sebagai sekretaris jadi terbengkalai, banyak yang mengeluh. Kinerjaku lagi dipertanyakan, belum lagi tentang Bagian Anggaran yang aku pegang… laporan akuntansi yang aku buat sedang diperiksa karena BPK mau datang. Bidang kepegawaian banyak berkas penting pegawai yang belum diproses, dan bidang humas terkait magang dari sekolah-sekolah masih dalam proses… gawat sekali. Kalau beberapa pekerjaan lain masih bisa diwakilkan karena ada beberapa junior yang bisa diandalkan.

Tenagaku hampir habis, harapan kalau minggu depan atau minggu depannya lagi bisa lebih santai membuatku terus bertahan… tapi ternyata sudah tiga tahun berlalu. Minggu demi minggu berlalu dengan beban yang datar, bahkan cenderung meningkat.

Entry filed under: Kerjaan. Tags: .

Liburan ke hotel Masa lalu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: