Seseorang

03 Februari 2008 at 4:41 pm Tinggalkan komentar

Ada seorang wanita yang sudah aku kenal sejak beberapa tahun ini. Awalnya kami hanya saling membalas senyuman, dan perkenalan dimulai di sebuah toko swalayan. Memang kami sering bertemu di tempat itu, kalau aku sekedar mampir sekalian cek saldo di beberapa atm yang berjajar di samping toko itu.

Dia adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di rumah kakaknya yang telah menikah. Rumah kakaknya itu tidak terlalu jauh dari toko tadi, dan mereka berjualan sembako kecil-kecilan serta membuka servis televisi. Kakaknya lulusan STM terkenal di kota kami, dan dia sendiri lulusan SMU di dekat rumah itu. Beberapa ijazah yang dibanggakannya memuat sederetan angka tertinggi, sayang dia tidak punya uang untuk melanjutkan ke universitas, selain karena dilarang untuk pergi merantau. Kegemaran pada basket membuatnya sering sekali bercerita tentang hobinya itu.

Beberapa kali dia dilamar orang untuk menikah, tapi ditolaknya. Pernah dia panik karena ada beberapa orang hampir berkelahi gara-gara sama-sama ingin melamarnya. Beberapa bulan ini pun dia selalu resah karena pacarnya mulai berencana menikahinya. Dia selalu minta pendapatku… hal yang membuatku selalu meyakinkan dia bahwa hidupnya adalah pilihannya sendiri. Aku hanya bisa memberikan penilaian, karena sebenarnya buatku kalau laki-laki itu menarik minatnya kenapa tidak.

Belakangan ini dia sering sekali menghubungiku, entah apa yang membuatnya begitu. Dia bilang sudah lama sekali kami tidak bertemu, kata-kata rindunya dia sembunyikan dalam rangkaian kata yang panjang. Aku hanya merasa ada masalah yang membuatnya ingin lari. Pernah dia ingin keluar dari tempat kerja dimana kekasihnya itu juga bekerja disana. Berkali-kali dia mengeluh tentang kekasihnya itu yang dinilainya terlalu dingin, tapi amat posesif

Tiap kali aku memberinya hadiah atau oleh-oleh dia selalu kelihatan senang. Hampir semua barang pemberianku selalu dia sebut tiap kali dia menelepon. Barang-barang kecil yang sebenarnya biasa-biasa saja, tapi sesuatu yang hampir tidak diberikan oleh orang yang diharapkannya.

Yah… menurutku kalau dia ragu-ragu menentukan hidupnya begitu maka orang lain akan mempermainkannya. Orang yang menyianyiakan hidupnya hanya akan menyianyiakan orang-orang yang benar-benar mencintainya. Siapapun bisa mengatakan cinta, tapi untuk mengungkapkan rasa cinta itu lebih sulit. Dari beberapa ceritanya aku hanya bisa menyimpulkan kalau pacarnya itu orang yang egois dan hanya mencintai dirinya sendiri. Tapi itu urusan mereka dan aku hanya bilang padanya; jadilah dirimu sendiri, tentukanlah hidupmu yang hanya satu kali ini.

Dia masih sering menhubungiku meskipun jarang aku respon karena ketidak-mampuanku mengatur jadwal kerja. Aku hanya berharap mudah-mudahan dia menemukan pasangan hidup yang tepat. Melibatkan diri dengan wanita yang sudah berpacaran adalah hal yang berbahaya dan hampir tidak membawa dampak positif.

Entry filed under: Tentang mereka. Tags: .

Nabrak Anjing Kepercayaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

kata mereka…

Achmad suandana di Lubuklinggau
Abang Ojen di Lubuklinggau

%d blogger menyukai ini: