Posts filed under 'Uncategorized'

Liburan Sejenak

Tanggal enambelas sampai delapan belas ada hari libur yang panjang buatku. Sebenarnya masih banyak pekerjaan menumpuk, dan sebuah masalah besar yang menunggu.

Hari Sabtu kemarin aku masih sempat lembur dan merusak sebuah server penting kami… itu bencana, karena aku yang merusaknya. Itu cerita lain, pahit dan sampai hari ini masih bingung. Lalu hari minggu karena trauma dengan kejadian malam itu aku jalan-jalan keliling kota. Sepanjang jalan berbagai perlombaan berlangsung, seputar panjat pinang dan tarik tambang. Di sekitar Siringagung ada bebarapa lomba yang lebih unik macam perang bantal di atas bambu juga katanya ada lomba perahu, tapi sebenarnya saya tidak melihatnya.

Sampai siang hari datanglah sebuah pesan singkat yang isinya ajakan untuk piknik bareng ke Curup… tapi aku rasa mereka tidak ingin mengajakku seandainya aku tidak bisa menyetir meski mereka sering ketakutan dengan keahlianku itu… hehe.

Pertama-tama kami menuju Pondok Hijau di Merasi… yah… ini sih diluar rencana semula. Mereka membawa dua wanita yang sedang kelaparan, jadi kami harus mencari makan dulu. Cukup lama di sana, sambil melihat-lihat kolam penuh ikan, juga hamparan sawah. Selokan dengan air jernih yang deras dan penuh adalah pemandangan yang buatku unik, apalagi orang sekitar situ biasa mandi di sana… di pinggir jalan itu.

Lalu rencana kedua kami harus mengantar dua orang wanita yang sudah kenyang itu pulang ke rumah orang tuanya… tentunya kami tidak boleh membawa mereka terlalu jauh. Durian Rampak ke arah Jambi, ternyata rumah mereka jauh juga.

Akhirnya jadi juga ke Curup, setelah mengisi bensin. Perjalanan selama dua jam melewati kawasan Kerinci Seblat, hutan-hutan yang ada di sepanjang jalan masih cukup bagus. Jalanan yang naik-turun berkelok-kelok terasa menyenangkan terutama karena saya yang menjadi sopirnya mendengar para penumpang yang berjumlah empat orang itu ketakutan dan mual-mual.

Di Curup… capek ceritanya nih… banyak deh yang kami lakukan. Tadinya sih pingin nginep di Vila Hijau di pinggir danau, tapi gara-gara pake mobil kantor jadi kami ke kota. Penginapan di sana meski VIP ternyata lumayan murah juga (tentu dengan pelayanan yang lumayan seadanya juga). Menikmati udara sejuk, sedikit kopi, kacang-kacangan, susu, dan jagung. Buatku kota Curup lumayan bagus, kotanya mungil dan trotoarnya bersih. Seperti di Jogja, di sana nama jalan juga ditulis pake huruf tradisional. Bentuknya garis-garis mirip sandi rumput dan ada beberapa bulatan-bulatan. Sepertinya mereka punya budaya sendiri.

Beberapa objek wisata seperti Suban air panas, juga danau meskipun cuma begitu-begitu aja boleh dibilang menghibur. Kawasan agro di puncak biasanya ada banyak kedai jagung, kios stroberi, dan ada satu toko susu yang namanya Koicha hasil kerjasama dengan Korea. Susunya enak, ada beberapa pilihan rasa, aku membelinya beberapa gelas untuk oleh-oleh buat anak-anak tetangga.

Pulangnya kami mampir dulu ke Lapter, main roler blade yang berusan dibeli di Curup (katanya sih di Linggau ga ada). Lanjut ke watervang, sampe magrib, malemnya main futsal….

2 comments 19 Agustus 2008

Chaos

Hhhh…. lagi-lagi cerita tentang neraka manajemen. Benar-benar tidak nyaman buat pegawai sepertiku kalau berada di bawah pemimpin yang sangat tidak cakap, peragu, dan licik. Kenapa aku begitu membencinya mungkin semua orang bisa maklum apabila tahu siapa sebenarnya dia.

Dalam banyak kejadian selalu saja dia membuat kami kecewa. Mana ada pemimpin yang mengumpankan anak buah hanya untuk hal yang tidak berhubungan dengan tugas, urusan pribadi yang remeh. Dia peduli pada hal-hal kecil tentang dirinya sendiri tapi tidak hal-hal besar bagi tim kerjanya. Dia tidak peduli pada perasaan orang banyak, hanya pada perasaannya sendiri.

Keadaan sudah semakin kacau dan suasana kerja semakin rusak. Semua pegawai yang jenuh berusaha keluar mutasi sejauh-jauhnya dari wilayah ini. Kebijakan yang tidak populer harus diimbangi dengan manfaat jangka panjang, tapi yang sering dia keluarkan adalah hal yang tidak bisa dia jawab dengan jelas. Pendirian yang tidak jelas hanya membuat orang yang paling setia pun akan berpikir berkali-kali untuk mengikuti perintah. Ambigu dan segala mood, tidak membantu dalam pembuatan langkah maju, yang muncul cuma keraguan dari para pelaksana.

Segala tatanan lama yang tidak dia mengerti segera ambruk dan semua pegawai mulai saling menikam. Satu-persatu sdm terbaik mutasi keluar dengan jalan pintas, dan sisanya adalah residu yang membuat suasana makin pahit. Masih ada sisa jalan yang panjang, sementara belum lama kami bersamanya sudah sedemikian rusak semua ini.

Harapan terakhir adalah reformasi birokrasi terbaru dengan segala metode birokrasi yang konon paling baru. Harapan pucuk pimpinan di Jakarta, begitu juga harapan ujung tombak di daerah ini adalah tidak sia-sia pengorbanan yang telah diberikan lapis terdepan barisan ini.

Dari balik bayang-bayang kegelapan, rahasia semua penghianatan dan angka-angka palsu ini kami berharap kebenaran akan terbukti entah kapan. Hanya harapan akan masa depan yang lebih baik yang membuat kami bertahan dalam kegetiran ini. Mudah-mudahan saat itu cepat datang.

2 comments 25 Juli 2008

Gelisah

Selalu tentang mengeluh. Keseharian yang suntuk dengan beragam aktivitas mulai dari antar-jemput tamu pagi hari sampai main futsal malam hari.

Dulu aku kira jadi orang sibuk tu asik, selalu dicari orang dan dapat beragam fasilitas, mondar-mandir untuk urusan penting dan bisa masuk ke tempat-tempat khusus. Sekarang aku mengalami sebagian kehidupan itu dan mencicipi ini beberapa tahun saja sudah membuatku kehabisan semangat. Merangkap tugas tujuh orang sekaligus adalah hal yang tidak pernah aku bayangkan… tapi hasilnya bagi hidupku sangat jelas… KEKACAUAN.

Sabtu siang ini aku sedikit santai, padahal Senin nanti aku mesti ikut penyusunan laporan keuangan… sedangkan bahannya belum siap sama sekali. Bosan mungkin bukan kata yang tepat, gelisah…. Aku gelisah.

Hampir tidak ada jeda dalam setiap kegiatan, sedangkan aku juga manusia yang ingin liburan menikmati sedikit ketenangan dalam arus yang kacau. Sudah empat tahun ini aku tidak bisa cuti, dari pagi sampai malam mulai Senin sampai Minggu. Banyak rencana yang harus dikerjakan… tapi tidak rencanaku sendiri.

Sedangkan pegawai yang lain sibuk pura-pura sibuk… mencari perhatian. Ah!!! Lalu aku bertanya ke mana kira-kira tujuan hidupku ini…..

Sepertinya membeli sebidang tanah untuk ditanami jagung dan sebuah rumah kecil cukup menarik… lagi-lagi aku mengigau. Mana ada perempuan yang mau jadi istriku kalau aku cuma punya gubug jerami, tanah sejengkal, dan segunung berondong….

Aku masih menunggu dan mencari kesempatan yang bisa membuatku keluar dari lingkaran keputus-asaan ini. Entah apa dan kapan itu datang.

1 comment 12 Juli 2008


Feed

Tulisan Terakhir

Tema

Kerjaan Melamun Persinggahan Tentang mereka Uncategorized

kata mereka...

salim di Lubuklinggau
wong hanura di Lubuklinggau

Bike2Work

Blogroll

Favorit

Hardware Komputer

Hobi

Komersial & Referensi

Person

Software