Posts filed under 'Kerjaan'

krisis

Ada pekerjaan besar yang membuat hidupku belakangan ini kacau. Tanggungjawab yang membuatku beberapa waktu belakangan ini tertekan. Tidak cuma satu macam pekerjaan, tapi beberapa… bahkan aku lupa berapa banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan.

Ada inventaris yang masih kacau, dengan tim kecil berjumlah cuma dua orang saja. Aku kehabisan ide bagaimana memotivasi mereka, pegawai junior yang sudah kelelahan gara-gara menemaniku sampai tengah malam bahkan saat liburan. Toh sebenarnya itu bukan tugas kami… tapi apa boleh buat, anggap saja ini wujud loyalitas.

Ada lagi pekerjaan jaringan, dengan tim kecil berjumlah dua orang. Sebuah local area network sedang kami bangun, hanya berdua saja. Junior yang satu ini lumayan kuat, tapi belakangan dia juga mulai jenuh. Kelelahan yang luar biasa dan segala protes akibat jadwal pemasangan yang lama membuat dia jadi down. Dia mulai sering mengeluh, kami sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga juga uang untuk memenuhi permintaan seluruh kantor, tapi tidak ada yang berterimakasih. Kerja keras selama tiga bulan dan sampai tengah malam bahkan dini hari, Sabtu juga Minggu di dalam kantor yang sepi dan luas.

Dua pekerjaan tadi cukup menguras tenaga juga konsentrasi. Bayangkan saja kami bertiga (aku dan dua junior di tim SAI dan tim Komdat) mesti kerja dari mulai sampai selesai tanpa backup. Belum tugas rutin yang tidak bisa kompromi. Jadwal ketat. Fasilitas untuk menyelesaikan semua itu harus kami cari dan kadang mesti kami sediakan sendiri. Strategi bekerja harus disesuaikan dengan bermacam larangan, misalnya kabel dan lubang harus tersembunyi, stiker label tidak boleh dominan, warna kabel luar harus bersih, tidak boleh ada debu.

Benar-benar rumit, dan kalau aku boleh mengeluh… hampir semua aku kerjakan sendirian. Gak tega liat junior kecapean, meski aku sering galak sama mereka tapi melihat mata mereka yang memerah dengan kelopak mata sayu juga langkah yang lesu aku jadi gak tega. Percuma meminta mereka membantu kalau sudah seperti itu. Seringnya aku bilang kerjaan sampai di sini dulu jadi dia bisa pulang, tapi begitu mereka pulang aku mulai kerja lagi.

Permasalahan lain adalah seputar karyawan atau pegawai honor. Mereka agak meresahkan karena sikap mereka yang makin arogan, sementara halangan untuk memberikan sanksi adalah ketidak tegaan. Buatku kalau mau merasa kasihan tidak perlu seperti ini. Nilai kemanusiaan bukan cuma satu-satunya acuan dalam membuat keputusan menyangkut hukuman.

Sementara itu administrasi harian yang jadi tanggungjawabku masih kacau. Fasilitas arsiparis yang minim membuatku mesti merombak sistem yang baku, pencatatan dan label konvensional yang kaku mulai aku hemat dengan sedikit modifikasi. Entah cara ini legal aku belum tahu pasti, yang jelas tujuanku sekarang adalah efektivitas dan efisiensi maksimal. Problem utama adalah cuma aku yang mengerti sistem kerjanya, dan belum ada yang siap mengganti kalau misalnya aku cuti atau diklat.

Jadi kalau pagi aku jadi sekretaris sekaligus operator telepon merangkap server data juga pemantau komunikasi data, belum lagi jadi bendahara hibah dengan kode BA 69, apalagi bidang kepegawaian yang sudah jelas kacau balau. Sore sampai malam mengerjakan jaringan kalau bukan inventaris. Tambal sulam dan dan itu membingungkan tanpa rekan cakap yang bisa mengimbangi. Aku semakin yakin, daripada punya partner cerdas kadang lebih baik punya partner yang rajin bersemangat juga jujur dan rendah hati, punya motivasi juga inisiatif baik. Sial kalo dapet partner yang malas, goblox, licik, plus oportunistis.

Diluar itu semua kehidupan pribadiku juga agak berantakan. Beberapa kali aku bertengkar dengan teman, dan tidak banyak waktu untuk mereka. Kamar tidurku sudah tidak berbentuk lagi. Kalau sudah begitu kehilangan barang di antara tumpukan-tumpukan benda itu bisa membuatku uring-uringan. Mood sedang buruk.

Btw ada gosip kalau sebentar lagi tim audit mau datang ke kantor kami. Padahal laporan keuanganku masih kacau… entah kapan bisa melengkapi dua ratus catatan yang belum aku salin ke tiga jurnal keuangan.

Kemarin juga ada faks dari Palembang tentang undangan untuk bidang kepegawaian selama tiga hari, jangan-jangan aku yang ditunjuk. Kalau itu terjadi maka waktuku jadi semakin sempit.

Ujung-ujungnya aku selalu berkomentar kalau pegawai negeri itu terlalu banyak. Karena terlalu banyak jadinya mereka cenderung saling berbagi pekerjaan. Celakanya masing-masing mereka mengira kalau bagian mereka tidak perlu dikerjakan. Akhirnya banyak pekerjaan penting yang tidak selesai karena “tidak sempat” dikerjakan. Fatamorgana yang muncul adalah penambahan pegawai akan menyelesaikan problem. Sebaliknya, itu hanya menambah beban anggaran. Lebih baik membangun sebuah sistem yang memastikan tiap pegawai mengerjakan tugasnya sendiri sampai selesai tanpa bisa mengalihkannya ke pegawai lain. Sistem itulah yang diperlukan untuk membangun kebiasaan masyarakat dari tipe yang curang menjadi masyarakat yang sadar dan bertanggunjawab dalam waktu singkat. Entahlah….


1 comment 08 Juni 2008

menikmati waktu

Hari-hari seperti biasa di ruangan panas, di kantorku. Sendirian berteman sepi dan suara-suara kicauan burung dari hutan sebelah yang menggema. Ada proyek penting menyelamatkan data temuan tim pemeriksa dalam hardisk yang disabotase. Jenis hardisk yang cukup langka, ExcelStor 10.2 GB. Ada goresan melintang di PCB-nya dan aku harap bisa menemukan hardisk identik sejenis di suatu tempat di muka bumi ini, ah tidak, di Indonesia saja lah. Nilai data di dalamnya cukup besar, konon beberapa milyar rupiah, pantas saja sampai ada sabotase.

Rencananya board hardisk ini mau kutukar dengan entah ada atau tidak barangnya. Kalau berhasil menemukan itu seharusnya ini masih bisa bekerja, itu kalau keping di dalamnya belum remuk.

Panas-panas gini jadi teringat pengalaman di Medan dua tahun lalu, udaranya juga sepanas ini. Berkumpul di sebuah barak, dalam kamar-kamar sempit, dengan tempat tidur bertingkat, empat kamar mandi untuk lima lusin manusia. Pengalaman selama tiga minggu yang cukup berkesan, bersama sejumlah rekan ABK dari pangkalan Tanjung Balai Karimun. Kalau ingat cerita mereka yang berminggu-minggu di dalam kapal patroli aku jadi bersyukur dengan nasibku sekarang ini. Membawa ransel penuh berisi, memanggul senapan, sambil berlari-lari lalu berguling-guling di lapangan becek dan berlumpur ditengah panas terik hampir membuat kami para peserta mati kahausan, dan pengalaman semacam itu membuatku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini.

Beberapa hari ini teman-teman bilang, “kayaknya loe perlu dokter deh”

yah, mereka pikir aku hampir gila.


2 comments 03 Mei 2008

… masih sibuk…

Rencana mo santai belakangan ini belum berhasil. Hampir tiap bangun tidur selalu teringat kerjaan yang belum beres-beres, dan dalam tidur pun aku mimpikan berbagai rencana serta strategi macam-macam. Benar-benar menyiksa. Yah, masih dengan keluhan yang sama seperti tulisan sebelumnya. Benang kusut yang makin kusut.

Belakangan lebih sering bermalam di kantor dengan penuh perasaan cemas. Hari-hari berlalu, bulan berganti semakin cepat. Malam ini juga rasanya berlalu terlalu cepat. Setiap detik berlalu tanpa rasa, padahal aku berharap bisa menikmati ketenangan satu malam saja.

Musibah sistem yang pertama kami alami adalah hujan petir, dimana modem utama kami jebol. Padahal waktu itu hari Jumat, mestinya bisa bayangin liburan, tapi yang terjadi malah mesti nungguin modem dibenerin orang Telkom. Sementara kami menunggu kiriman modem dari Medan, kami pakai modem dari Padang Sidimpuan, dan modem pinjaman ini pun jebol gara-gara petir minggu berikutnya.

Ternyata petir itu belum puas menghancurkan modem langka tersebut pada serangan pertamanya, pada serangan kedua dua komputer dibabat habis termasuk tiga switch ditambah printer dan hardisk eksternal pribadiku… hiks…. Kelabakan gara-gara semua data penting disimpan di storage 320 GB tadi. Printer HP Deskjet D2466, printer keempat yang aku beli, dan sekarang jebol, diganti Epson Stylus C90, printer rewel yang cuma bertahan seminggu aja, sekarang aku lagi liat-liat harga printer murah di UC98 sama Bhinneka. Perbaikan komputer Server Web kami sukses, perbaikan modem sukses, perbaikan network beres, restorasi data beres, tapi perbaikan printer sama storage ku sendiri belum sempat.

Dapet PR masalah grounding sama kelistrikan aku mesti belajar lagi, dan aku baru tau kalo ternyata gedung kami ini punya grounding yang jelek. Berdasarkan keterangan beberapa orang muatan listrik petir itu mengalir ke kusen metal dan logam lain di sekitar kawat, bukannya terserap sempurna. Ada kilau bunga api yang terang di jendela, listriknya masih loncat. Resistensinya payah.

Lalu masalah BMN dan Aplikasi SAKPB yang dari Foxpro itu. Aplikasi yang bikin gerah, rapuh, dan bikin pusing. Kami para operator selalu menggunjingkan aplikasi satu ini sebagai kerjaan setengah hati. Entah kenapa rata-rata aplikasi Perbendaharaan yang fanatik Foxpro itu rentan banget error, gak cuma satu tapi semua yang aku tahu buatan mereka tuh jelek banget. Tambah sekarang aplikasi gaji, aplikasi spm, aplikasi sakpa, bmn, dsb…. dsb….. Koq ya gak dijadiin satu aja biar gak nyusahin, toh semuanya juga digabung lagi nantinya.

Sementara itu server data kami kecolongan, beberapa data penting bulan April raib. Sial, tau aja tuh copet waktu orang lagi panik. Hehehe… jadi inget strategi menjarah rumah yang terbakar dari Tsun Zu.


4 comments 25 April 2008

Previous Posts


Tulisan Terakhir

Tema

Kerjaan Melamun Persinggahan Tentang mereka Uncategorized

kata mereka

yee di Lubuklinggau
yee di Liburan Sejenak

Blogroll

favorit

hobi

komersial

Person