Lubuklinggau

20 Januari 2008 at 4:45 pm 80 komentar

Lubuklinggau, atau sering juga ditulis Lubuk Linggau adalah kota dimana sekarang ini saya tinggal dan bekerja (sekarang 12/01/2008).

Lambang Lubuklinggau

Kota ini terletak di Sumatera Selatan, berbatasan darat langsung dengan Provinsi Bengkulu. Semboyan Sebiduk Semare kurang lebih berarti Satu Wadah untuk Satu Tujuan. Termasuk salah satu kota terbesar setelah Palembang di Sumsel, dan memiliki infrastruktur yang cukup lengkap seperti Rumah Sakit (dr. Sobirin), Universitas (Unimura), Stasiun Kereta Api, Lapangan Terbang, Gedung Olahraga, dsb. Ada sebuah bendungan ukuran sedang buatan tahun 1942 bernama Watervang yang memanfaatkan aliran Sungai Kelingi. Bendungan itu dibuat untuk irigasi sawah dan kebun di daerah Tugumulyo (Merasi), parit lebar itu mereka namakan Siring Agung.

Sejauh pengamatan saya, kota ini cukup ramai. Pertumbuhan kotanya terkonsentrasi di sepanjang jalan Yos Sudarso, jalan negara yang merupakan bagian dari Jalur Lintas Tengah Sumatera. Sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari daerah lain atau keturunan transmigran Jawa. Saya belum tahu banyak tentang kebudayaan asli Lubuklinggau, tetapi ada sebuah permukiman kuno di jalan Moneng Sepati –dekat perkantoran pemkab– yang konon adalah permukiman penduduk asli kota ini.

Perdagangan, perkebunan, pertanian, dan peternakan adalah aktivitas utama penduduknya. Sarana transportasi tergolong monoton dan kurang teratur, banyak ojek dan jalur Angkot hanya ada tiga trayek. Akibatnya masyarakat cenderung membeli kendaraan sendiri-sendiri (terutama sejak revolusi pemasaran kredit motor) yang membuat jalanan jadi ramai dan sesak, kondisi yang amat menguntungkan pedagang motor (konon orang terkaya di kota ini). Etika dan pemahaman berlalulintas yang minim menyebabkan kecelakaan amat sering terjadi.

Pernah meraih penghargaan Adipura pada tahun 90-an, tapi kemudian tidak lagi. Penataan kota terkesan kurang serius karena perkembangan hanya dominan di sepanjang jalan utama. Padahal setahu saya selain jalan Yos Sudarso ada tiga jalan lain yang potensial untuk dikembangkan. Salah satunya adalah jalan Kenanga melewati Siring Agung yang menghubungkan Merasi dan Megang (salah satu jalanan yang paling saya sukai karena teduh, sejuk, dan aspalnya rata). Jalan lainnya adalah jalan alternatif (biasa untuk menghindari razia), satu blok dari Yos Sudarso mulai SMU 2 sampai Pasar Atas yang melewati Jalan Kelabat. Satu lagi jalan yang kurang diperhatikan adalah jalan dari Rahmah ke Pasar Atas yang melewati SMU 5 (jalan ini hancur).  Jalan ini hampir sama dengan jalan yang menghubungkan Pasar Atas ke Terminal Tipe C di perbatasan Bengkulu, jalanannya hampir tertutup semak-semak.

Untuk mencapai Lubuklinggau ada banyak alternatif kendaraan umum yang bisa dipakai yaitu bus, travel, kereta, dan pesawat udara. Kalau dari Jakarta perjalanan darat kira-kira dua hari, dari Palembang lima sampai sembilan jam, dari Bengkulu tiga sampai lima jam. Btw… waktu aku ke sini Mei 2005 jarang ada peta yang mencantumkan nama kota ini. Kota ini biasanya dilewati oleh bus jurusan Jakarta-Bengkulu.

About these ads

Entry filed under: Persinggahan. Tags: .

Pindah Kantor 2 Titik Jenuh

80 Komentar Add your own

  • 1. jian  |  05 Juni 2008 pukul 3:57 pm

    asik jg lo di lubuk linggau lo

  • 2. dina  |  07 Agustus 2008 pukul 2:15 pm

    yupes…tanah kelahiran ku….. sekarang sudah makin maju, ramai n tak teratur…. sayang jarang pulkam
    ….

  • 3. arsadi  |  18 Agustus 2008 pukul 9:35 pm

    aku ni cuma numpang nebeng bae, coel ade masalah kan ?????

  • 4. Firman  |  20 Agustus 2008 pukul 10:48 pm

    Linggau kota kelahiranku coy… Bangga aq jadi wong linggau, harapanyo semoga infrastruktur di linggau semakin bagus dan berkualitas… Mokase…

  • 5. yee  |  24 Agustus 2008 pukul 9:01 pm

    kapan-kapan deh kesana

  • 6. aby mura  |  04 September 2008 pukul 4:43 pm

    sukses lubuk linggau

  • 7. Imi  |  09 September 2008 pukul 10:09 am

    salam kenal, aku transmigran lahiran lubuk linggau. sedang merantau ditangerang, dan lebaran ini mau pulang, minta bantuannya dong, kalau bis yg lewat lubuk linggau selain raflesia, als, cfh apa lagi ya?? bis tsb udah penuh semua.

    Terimakasih sebelumnya.
    Imi

  • 8. Martabak  |  09 September 2008 pukul 6:39 pm

    Bus yang lewat Lubuklinggau antara lain
    – Putra Raflesia
    – CSH 88
    – Siliwangi Antar Nusa (SAN)
    – Medan Jaya
    – PMTOH
    – Rhema Abadi
    – Handoyo
    – Safari Dharma Raya
    – Rejang Permata
    – Antar Lintas Sumatera (ALS)
    – Bengkulu Kito
    – Damri (ke Tasikmalaya)
    – Sampagul

  • 9. kholis  |  18 September 2008 pukul 10:09 pm

    maju terus lubuk linggau…
    lam kenal !!!
    lbrn ni Q jga mo plg ke linggau
    dah 2 thn g’ plg, gmn kbr lnggau?

  • 10. irwan  |  04 Desember 2008 pukul 9:48 am

    salam kanal, hidup lubuk linggau, lebaran ini juga aku pulang kelinggau…

  • 11. ahmadsutanto  |  17 Desember 2008 pukul 10:50 pm

    zzzz aq dilnggau exsodus plg,,,.^_^

  • 12. dianita  |  24 Desember 2008 pukul 1:23 am

    halo2.. ado yang tau pesawat dari palembang ke linggau? mokasih

  • 13. Mizu  |  24 Desember 2008 pukul 7:03 pm

    Pesawat dari LLg ke Plg sementara idak beroperasi sampe lanudnyo selesai diperpanjang. Katonyo 2010 kagek ado rencana jalur langsung ke Jkt.

  • 14. widdy  |  10 Januari 2009 pukul 12:47 am

    lubuk linggau, kota yang sebenarnya berpotensi besar dan prospek nya bagus ko, tinggal pemerataan infrastuktur aja yang perlu di perbaiki, dan sdm, ( nah untuk soal sdm tentu peran pemerintah dan kesadaran masyarakat nya harus di bentuk dulu) tapi saya yakin suatu saat kota ini akan melegenda, tinggal pertanyaan nya SIAPA yang mau melegendakan Nya??? tentu kita bukan sebagai anak2 bangsa,
    tapi btw pak pemerintah kapan bandara silampari on neh.. biar pulangnya kagak naik bus mulu neh, saya yakin juga bahwa jika bandara silampari di aktifkan akan menjadi sebuah promosi pemerintah jugalho..

    salam

  • 15. Mizu  |  10 Januari 2009 pukul 3:07 pm

    Benar, saya juga cukup menyukai kota ini. Hanya saja seperti kota-kota lain, hambatan pengembangan kota ini adalah sifat manusia. Pemerintahan daerah terutama kota terkesan kurang serius, pembangunan sekedar asal jadi dan kurang mengena… ini pendapat pribadi sepanjang 2006-2008.
    Seandainya pembangunan memang berpihak pada kemaslahatan umum niscaya kota ini sudah jauh lebih maju dari yang kita bayangkan. Sayangnya rumus asal jadi selalu dipakai dan sangat jelas terlihat belakangan ini, kota ini jadi semakin tidak beraturan, anarkis dan pelanggaran dianggap lazim sangat terlihat pada lalu-lintas jalan raya.
    Kota ini pernah punya bioskop/teater pada jaman Belanda dulu artinya mereka melihat ada potensi di sini.
    Kebiasaan orang kita bersantai dan lalai jadi penghambat yang serius, banyak orang baru merasa memiliki setelah terjadi kehilangan dan baru percaya pada standar keamanan setelah bencana menimpa….

  • 16. PRAMA YUDIANSYAH  |  10 Januari 2009 pukul 10:45 pm

    NEGRI YANG MAJU ADALAH NEGRI YANG PEMIMPINNYA HARUS PUNYA LIMA SIFAT YAITU

    1. J U J U R
    SEKARANG SUDAH TIDAK ADA LAGI ORANG YANG JUJUR. JUJUR SALAH, APA LAGI TIDAK JUJUR TAMBAH SALAH. BETUL TIDAK…??? (TOLONG DI JAWAB)

    2. B E R A N I
    BERANI MANGAKUIN KESALAHAN SENDIRI MAUPUN ORANG LAIN. BANYAK SEKARANG ORANG MENJADI PENGECUT (BANCI). FISIK AJA COWOK TAPI MENTALNYA BOBROK. BERANINYA KEROYOKAN DAN JOTOS-JOTOSAN FISIK DAN TIDAK MENGGUNAKAN OTAK DAN AKAL SEHATNYA. PERCUMA AJA DI KASI GRATIS SAMA ALLAH OTAKNYA TAPI TIDAK PERNAH DI GUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN UMAT DI NEGRINYA SENDIRI.

    3. TAGGUNG JAWAB
    MANA ADA ORANG ZAMAN SEKARANG YANG TANGGUNG JAWAB. BISANYA LARI DARI MASALAH.

    4. ADIL
    TIDAK ADA LAGI KEADILAN DI NEGARA INI. PARA PEMIMPIN HANYA MEMIKIRKAN KEPENTINGANNYA SENDIRI DAN TIDAK PERNAH MIMIKIRKAN UMAT. KEPENTINGAN UMAT DI NOMOR DUA KAN. RAKYAT SELALU JADI KORBAN.

    5.TAQWA
    ” MENJAUHKAN APA YANG YANG DI LARANG ALLAH DAN MEMATUHI SEGALA PERINTAHNYA ”
    TAPI DI NEGRI INI TIDAK LAGI MENGENAL NAMANYA ” DOSA “. HALAL DAN HARAM HANTAM AJA UNTUK MEMENTINGKAN DIRINYA DAN KELOMPOKNYA SENDIRI.

    SEBELUMNYA SAYA MOHON MAAF APABILA ADA KATA-KATA KASAR ATAU TIDAK BERKENAN DI HATI BAPAK-BAPAK DAN IBU-IBU SERTA SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN.

    SAYA HANYA MEMBERI OPINI KEPADA PARA PEMIMPIN KITA YANG DI TUMJUK ALLAH UNTUK MEMIMPIN NEGRI YANG TERCINTA INI.

    SAMA ALLAH SAYA MOHON AMPUN DAN SAMA SAUDARA-SAUDARA SAYA MOHON MAAF.
    KITA ADA KARENA-NYA DAN KITA TIADA PUN KARENA-NYA, JADI INGATLAH SELALU SAMA ALLAH.

    DAN SAYA BERDOA SEMOGA PEMIMPIN-PEMIMPIN NEGRI LUBUK LINGGAU YANG TERCINTA SELALU DI RIDHOIN ALLAH, AMIN.

  • 17. tyo  |  14 Januari 2009 pukul 1:33 am

    buat owner dr situs lubuk linggau,sip…
    oh iya mas bisa dk klo data dr bendungan irigasi watervang lebih diper banyak lagi,soalnya aku lg butuh ne data dr bendungan watervang buat tugas kulh,thx ..

  • 18. wien  |  26 Januari 2009 pukul 9:55 pm

    lubuk Linggau tanah kelahiran ku… sekarang sdh lebih maju
    jd kangen pengen balek,

  • 19. grieco  |  05 Februari 2009 pukul 12:04 am

    setuju dengan perkembang kota Lb linggau yang semakin ramai mungkin lebih terwakili dengan kata ” semerawut”

    Setuju dengan kemajuan yang hebat di kota Lb Linggau, ini mungkin diwakili dengan semakin majunya pancang2 tiang listrik hingga ke tengah2 jalan…

    hayoo wong2 linggau (aseli linggau lho) jangan cuma terpana dengan geliatnya keramaian, bangganya dengan kemajuan kota
    kito, tp menampikkan konsep linggau yang telah ada , jati diri asli linggau pun semakin tersamarkan, hayo bercermin dengan daerah sekeliling tanpa cuma melihat tingkat keramaian (yang secara tak sadar malah menambah buram potret asli linggau)

    === wang linggau aseli =====

  • 20. iyeth  |  12 Februari 2009 pukul 11:00 am

    Ya…tiap aq balek le linggau pas lebaran aku dak abes pikir jingok terminal tempat lewat nyo angkot kuning…..banyak sampah sayuran yang kadang2 abes jualan dak dibersihkan lagi.apolagi pas lebaran kemaren sampah hampir memenuhi ruas jalan sepanjang jalan…..jadi dak pacak membangga kan kota linggau samo kawan2 aku….lgan wong luar taunyo linggau tu tingkat kriminalitas nyo tinggi…..yok lah pemerintah dan masyarakat kito tata lagi kota linggau….kalau ado jangan lupa ajak2 aku yo…

  • 21. ria  |  18 Februari 2009 pukul 1:54 pm

    lam kenal wpng lilggau kangen nian sn linggau

  • 22. ria  |  18 Februari 2009 pukul 1:54 pm

    lam kenal wong lilggau kangen nian sm linggau

  • 23. Mizu  |  04 Maret 2009 pukul 11:50 pm

    Yah, Kota Lubuklinggau termasuk kota yang unik karena bisa berkembang entah karena apa.
    Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi seandainya Lubuklinggau ini dijalankan dengan bersih dan benar maka akan lain jadinya.
    Seperti cerita yang lazim terdengar, korupsi dan kepentingan pribadi mewarnai sejarah yang tidak disadari banyak orang. Tentang penindasan juga kekerasan politik termasuk perlawanan masyarakat sampai hari ini. Bagaimana cerita-cerita perjuangan yang dirahasiakan dengan aroma politik yang kental.
    Lubuklinggau tersamarkan oleh beragam mitos tentang kejahatan dan anarkis, sebenarnya hanya sisi lain dari perebutan. Sengketa tanah adat yang berubah dari konsesi-konsesi menjadi kepemilikan juga rusaknya tatanan sosial serta pengaruh perusahaan besar… VOC modern. Entahlah, politik di negeri ini begitu rancu dan membingungkan, kita hanya tahu sejumlah oposisi pemerintah muncul dalam berita kriminalitas sebagai korban atau bahkan pelaku, kecuali ketika masyarakat bergerak dalam jumlah yang masif seperti kasus kerusuhan menjelang kejatuhan Orba di Palembang maupun di Lahat.
    Orang asli Linggau tidak selamanya negatif seperti yang digambarkan kebanyakan, mereka seperti pada orang Betawi yang terpinggirkan. Kehilangan identitas dan berada pada tempat yang asing di rumah mereka sendiri. Seperti skenario yang sudah-sudah di banyak belahan bumi, entah siapa sutradaranya, alurnya benar-benar mirip. Kita semua mengalaminya, dan orang Indonesia sudah lupa pada budaya dan kearifan tradisionalnya masing-masing lalu kemudian menjadi orang luar di rumah sendiri.

    Lepas dari itu Lubuklinggau beberapa hari ini terasa gerah, matahari bersinar terik dan hujan belum juga turun. Lubuklinggau masih punya air segar yang berlimpah, langit yang indah, malam yang tenang dan sungai dangkal yang mengalir bening. Suatu saat nanti kita akan merindukannya.

  • 24. erly  |  10 Maret 2009 pukul 4:51 pm

    cayoo….terus llg.

  • 25. erly  |  10 Maret 2009 pukul 4:52 pm

    cayoo….terus deh bwt llg.

  • 26. erly  |  10 Maret 2009 pukul 4:53 pm

    cayoo terus deh bwt llg…..

  • 27. VICO  |  26 Maret 2009 pukul 8:55 pm

    ai cacam kapanlah balek ke llg yo…
    kangen oy aku ni….

  • 28. asep kurniawan  |  30 Maret 2009 pukul 3:50 pm

    linggau ku sayang linggauku malang…. maken maju makin dak nentu… makin rame makin dak keruan……… payolah kito rame rame baek i linggau tu… kepada pemerintah khususnyo yang dibidang pendidikan… CAK MANO NI PAK, BANYAK PELAJAR-PELAJAR KITO YANG BERPRESTASI, DIKULIAHKAN PAKEK DUIT DAERAH.. SELESAI… DICUEKKIN BAE…. akibatnyo??? mereka memtuskan kerja keluar…. dak galak majuke daerah dewek… sibuk majuke daerah wong lain… akibatnyo??? perkembangan di kota kito cak itu- itu bae… dak ado kemajuan dikit pun…. kemano SDM linggau yang bagus-bagus tu??? ilang… kapan linggau nak maju???? marilah samo-samo kito majukan linggau kito tercinto…
    CAK MANO PENDAPAT DULUR-DULUR YANG LAEN????

  • 29. asep kurniawan ST  |  30 Maret 2009 pukul 3:53 pm

    PAYOOO BUDAK-BUDAK LINGGAU…….. JANGAN PERNAH BRENTI BERKREASI……… KITO MAJUKE DAERAH KITO…… AMEN KITO GALAK… DAK KATEK YANG DAK PACAK….!!!!

  • 30. saut sundoro  |  31 Maret 2009 pukul 2:28 pm

    allow wong linggau, hidup linggau.
    siapo tau diantara kito ado yg kenal.
    aku alumni SMU N1 taon 1998.
    kalo ado info mengenai group alumni 1998, tolong kasitau bae..
    salam buat galo-galonyo.

  • 31. nora  |  04 April 2009 pukul 1:02 pm

    woi wong linggau galo-galonyo ado dak sejarah watervang ?

  • 32. Mizu  |  04 April 2009 pukul 1:10 pm

    sayang sekali… dokumentasi tentan watervang jarang sekali saya lihat.

  • 33. habibullah  |  06 April 2009 pukul 6:38 pm

    aku jugo dari linggau tapi sekarang lagi karjo di karawang.salam aku untuk wong kinggau

  • 34. Adi Rizki.O  |  10 April 2009 pukul 4:56 am

    hai wong kto galo pho khabar nYo?q SBgai anak wong asli linggaU banGGa nian dGn koTA LinGGau coz kLw LA merantau RasO nYO Dak Katek yang leBIh elOk selAIn kota tmpAAAAAAAAAAt Qto lahiR
    (SETuJu CoY?)

  • 35. kiki jogja  |  11 April 2009 pukul 10:17 am

    LINGGAU .. hai aku anak jogja ! tapi asli orang linggau loh,, aku gede di jl kenanga 2 tepatnya !! SD aku di SD 46 . tau gak ?? eh, btw gak ada merasi loh di jogja, disini mah udah rumah semua hehehe

  • 36. kholis  |  14 April 2009 pukul 4:09 pm

    btw yg dimajukan jangan infrastruktur aja, SDM-nya juga dong….!!!

  • 37. amadea  |  17 April 2009 pukul 2:43 pm

    linggau….
    sampe saat ini keinginan yg blm smpt terwujud yaitu mau pergi ke linggau -kota bpk ku berasal-…
    tp sampai bpk ku udah ga ada,, aku blm prnh mengunjungi linggau.
    linggau itu kyk apa yaaa???

  • 38. Mizu  |  17 April 2009 pukul 7:30 pm

    Linggau buat saya seperti kota kenangan masa lalu. Ada pesona tersendiri pada wajahnya. Sebagian orang mengatakan kota ini menyebalkan dan memuakkan, tapi masih ada daya tarik yang bisa kita rasakan. Air bersih yang berlimpah, dimana air tanah bisa kita dapatkan pada kedalaman tiga meter saja. Ada sungai yang mengalir, ada sawah yang luas, ada hutan yang lebat. Kota ini punya potensi yang belum berkembang.

  • 39. lestini bagawanti  |  19 April 2009 pukul 9:56 pm

    linggau is pulang kampung..
    linggau is sweet memory..
    linggau is bukit sulap..
    linggau is stm…
    miss u n i want home…
    see u guys…

  • 40. KRITIK BUAT LEBIH MAJU  |  20 April 2009 pukul 12:32 pm

    Saya sudah 3 tahun numpang mengais rezeki di Linggau (karena ditugasin kantor). 4 bulan pertama saya ngerasa enjoy di Linggau, masuk bulan ke 5 mulai suntuk sampe akhirnya jadi suntuk abissssssss. Tinggal di Linggau gak ada asyiknya, bener-bener bukan tempat yang baik untuk anak muda. Pengendara motornya ngebut dan gak ada aturan, gak ada objek wisata yang asyik, apalagi tempet hiburan yang berkualitas dan menambah wawasan. Infrastrukturnya juga amburadul. Jalan yang gak rata dan banyak lobang, apalagi penataan pasar dan perkantoran, Ah, sedih aku lihat Linggau.

  • 41. nisa  |  12 Mei 2009 pukul 9:03 am

    aku butuh teman buat jalan d linggau. sapa yang bisa bantu aku. jumat ini aku berangkatnya.

  • 42. Mizu  |  13 Mei 2009 pukul 8:09 pm

    Memang di Lubuklinggau belakangan makin tidak beraturan. Banyak proyek yang asal jadi dan keadaan kota semakin tidak menyenangkan. Bisa dilihat di sepanjang Yos Sudarso, penataan memang sangat terkesan tidak terencana seperti tumbuh secara liar. Seandainya ditata dan diatur tentu kota ini akan sangat menawan.

    Bagi saya sih yang bagus di kota ini adalah sejumlah lokasi di sekelilingnya dimana hutan masih terhampar dan sungai masih mengalir jernih. Sayangnya tidak ada yang menyayangi kota ini, mereka yang datang kebanyakan justru merusaknya.

    Pembangunan yang ada tidak serius dan kurang dirasakan manfaatnya. Kota ini tidak akan pernah maju kalau hanya setengah hati. Andai saja kita punya seorang Lee Kuan Yew….

  • 43. Mizu  |  14 Mei 2009 pukul 8:35 pm

    @ nisa: selamat datang di Linggau. Angkot di Linggau ada 3; biru ke
    Utara, hijau ke Barat, kuning ke Timur dengan tarif Rp3000. Tapi kalau mau cepat bisa naik ojek. Ada banyak hotel maupun penginapan di sepanjang Yos Sudarso dengan tarif yang bervariasi.

  • 44. Evo_2505  |  17 Juli 2009 pukul 5:03 pm

    Aku asli putra daerah, terus dukung linggau, agar trus maju

  • 45. provost lapas  |  01 Agustus 2009 pukul 1:37 pm

    linggau kota indah namun syg g ada mall dan panorama

  • 46. okinawa  |  08 Agustus 2009 pukul 7:41 pm

    saya akan menjadi pendatang di lubuklinggau….
    waduh sayang juga klo ga da mall…hiburan untuk di kotanya apa aja??
    terus objek rekreasinya apa aja ya??

  • 47. Mizu  |  08 Agustus 2009 pukul 10:19 pm

    Hehe… kebetulan saya juga akan kedatangan junior baru minggu-minggu depan.
    Hiburan untuk di kota itu cukup sedikit.. kecuali kalau wanita di sini banyak yang cukup cantik untuk dijadikan teman makan siang :P
    Kalo wisata paling-paling ke kawasan Agrowisata dan air terjun sekitarnya. Itupun hanya akan sedikit menghibur. Jaringan 3G (telkomsel) pun masih terbatas di tempat tertentu, EDGE (indosat) di sebagian tempat dan selebihnya GPRS.
    Akan tetapi itu semua tergantung kita bisa menikmatinya atau tidak. Sebenarnya biaya hidup di Lubuklinggau termasuk tinggi, bayangkan saja kalo kita pesan nasi sebungkus isi telur dan tempe dua saja sudah Rp8.000,- Yah… kalau kita lihat dari sisi lain mungkin ini adalah potensi buat industri makanan juga rumah-rumah makan yang menjamur. Hehe….
    Kalau melihat ke depan, saya rasa kota ini akan maju pesat karena dorongan Bupati Musi Rawas yang sekarang. Infrastruktur yang strategis berkembang pesat empat tahun belakangan, perubahannya cukup drastis (dulu kota ini sepi, sekarang harga properti mahal bukan main). Mungkin bisa disyukuri adalah pembangunan bandara yang memudahkan akses ke Jakarta, sebab tahun depan kita tidak perlu lagi jauh-jauh ke Bengkulu. Btw, saran saya sih di kota ini sebaiknya kita jangan bengong saja. Masih banyak potensi yang bisa digarap dan kita bisa mendapatkan keuntungan besar dari sana. Semoga anda beruntung di tempat yang baru ini.

  • 48. muzaki mubakin  |  11 Agustus 2009 pukul 6:42 pm

    aku pengen cari teman2ku ex. STM Negeri Lubuk Linggau angkatan 1986

  • 49. andi kasie  |  25 September 2009 pukul 10:54 pm

    linggau memang rame,tapi masih belum tertata rapi,jalan2 didalam kota masih blm mulus,dan berlobang………kalo malam hari masih ada lampu jalan yg gx idup,terutama utk kearah curup…..SDM asli orang linggau yg berprestasi sekarang banyak yg berada di Luar daerah terutama di kota2 pulau jawa,…seprtinya enggan pulang kampung,karena diluar sana lebih menjanjikan untuk masa depan…yg sangat menyedihkan bahwa penduduk asli linggau hanya menjadi penonton di gelanggang sendiri…..hal ini disebabkan karena minim ya kesadaran akan pendidikan bagi penduduk asli….di setiap kelurahan yg berpenduduk asli hanya beberapa keluarga besar yg menyadari arti dari pendidikan…untuk warga aseli lubuklinggau,mari kita dorong dan beri pengertian kepada saudara2 kita warga aseli lubuklinggau untuk lebih mementingkan pendidikan dan lebih bekerja keras memajukan lubuklinggau tercinta

  • 50. salim  |  03 Oktober 2009 pukul 1:30 pm

    Saya cukup salut dengan kota lubuk linggau, cukup makmur dibandingkan kota2 lainnya, khususnya di Jawa Banten misalnya. kota ini sangat potensian, mulai perdagangan, perkebunan, pertanian, dan ada lagi sebenarnya yang potensial untuk PAD kota ini, yakni perindustriaan yang insya Allah tidak lama lagi akan banyak industri2 didirikan siring dengan adanta PLTU tanjung enim, yang ke dua pariwisata. tepatnya 27 Sept 2009 saya berkunjung kewatervang, namun suasananya tetap seperti yang dulu, penataan, rumput yang liar, ranting bambu yang menggagu aliran air yang terdapat dibendungan, tentunya hal ini akan menghasilkan PAD yang signifikan manakala ditata dengan sedemikian rupa, saya membaca bahwa PAD lubuk linggau mencapai hanya 16,3 milliar, kalau ini hanya capaian dalam setahun, maka menurut saya masih kecil. coz kalau dibandingkan di PT tempat saya bekerja pendapatan itu hanya dicapai kurang lebih 4 sampai 5 bulan, oleh karenanya mari kita secara bersama, tidak hanya pemerintah namun para ekonom pun harus turut membangun perekonomian lubuk linggau, saya yakin dengan semboyannya sebiduk semare, maka cita-cita mulia kita akan tercapai. salam dari anak rantau kadan (muararupit). Soba.

  • 51. salim  |  03 Oktober 2009 pukul 1:33 pm

    Saya cukup salut dengan kota lubuk linggau, cukup makmur dibandingkan kota2 lainnya, khususnya di Jawa. Banten misalnya. kota ini sangat potensial, mulai perdagangan, perkebunan, pertanian, dan ada lagi sebenarnya yang potensial untuk PAD kota ini, yakni perindustriaan yang insya Allah tidak lama lagi akan banyak industri2 didirikan seiring dengan adanya PLTU tanjung enim, yang ke dua pariwisata. tepatnya 27 Sept 2009 saya berkunjung kewatervang, namun suasananya tetap seperti yang dulu, penataan yang minim, rumput yang liar, ranting bambu yang menggagu aliran air yang terdapat dibendungan, tentunya hal ini akan menghasilkan PAD yang signifikan manakala ditata dengan sedemikian rupa, saya membaca bahwa PAD lubuk linggau mencapai hanya 16,3 milliar, kalau ini hanya capaian dalam setahun, maka menurut saya masih kecil. coz kalau dibandingkan di PT tempat saya bekerja pendapatan itu hanya dicapai kurang lebih 4 sampai 5 bulan, oleh karenanya mari kita secara bersama, tidak hanya pemerintah namun para ekonom pun harus turut membangun perekonomian lubuk linggau, saya yakin dengan semboyannya sebiduk semare, maka cita-cita mulia kita akan tercapai. salam dari anak rantau kadam(muararupit). Soba.

  • 52. Orang batak  |  09 Oktober 2009 pukul 6:44 pm

    HORAS!!

  • 53. salim  |  15 Oktober 2009 pukul 3:51 pm

    Horas juga bang, salam kenal

  • 54. wong hanura  |  16 Oktober 2009 pukul 1:29 pm

    salam merasi hidup tugumulyo
    kampung B srikaton yg ramai
    maju terus…!! salam buat semuanya
    aku msh di jgja
    christian
    jl. hanura

  • 55. salim  |  16 Oktober 2009 pukul 1:40 pm

    salam kenal christian

  • 56. arby  |  30 Desember 2009 pukul 11:38 am

    mantap nyo jdi wong linggau “WONG KITO GALO”

  • 57. firmansyah  |  04 Januari 2010 pukul 7:49 pm

    dimana pun kita berjuang, kampung yang jauh tak dapat terlupakan, aku berdoa semoga dihari kelak saat waktu menyingsing masih ada harapan untuk memberikan sedikit asa walau hanya secuil biduk kecil untuk membangun sisa-sisa kehidupan kota kecil menjadi makmur dambaan seiya sekate

  • 58. firmansyah  |  04 Januari 2010 pukul 8:07 pm

    Memang benar kota kite penuh dengan keras kehidupan, tapi indah dan rasa sayange tak dapat lepas. berdarah nenek moyang membuka sejarah hidup menjadikan kite generasi penerus menjadi jalan pembuka untuk menjadi kota kite menjadi tempat surganya dunia yang berakhlak, sejahtera dengan alam yang indah, sejuk tak dapat terlupa walau ada dimana karena tempat lahir diayun dibesarkan. saran ku ciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin untuk generasi muda supaya pengangguran terberantas, tingkatkan pendidikan jauhkan diri kita dari yang namanya penyakit hidup (narkoba dll)

  • 59. wongkito  |  06 Februari 2010 pukul 12:58 pm

    Sebagai masyarakat Lubuklinggau kami bertanya-tanya, kenapa sih pasar Inpres tidak kunjung tertib, aman, becek,sempit, bengap dan jalan raya di tengah kota banyak berlubang menganga siap makan korban, juga banyak lapak2 dipasar mambo bermukim 24 jam bahkan bisa untuk tempat tinggal, belum lagi kendaraan motor, angkot yang bebas berhenti gak tau aturan, semaunya saja menaikan / menurunkan penumpang, kami berharap Pemerintah kota melakukan MOU dengan pihak kepolisian, Perhubungan, agar masyarakat Lubuklinggau Taat Aturan, Disiplin tinggi, oleh sebab itu kami mohon gunakan tindakan yang kejam, kejam artinya bersifat mendidik agar masyarakat mengerti bahwa pemerintah punya aturan yang jelas, kalau daerah lain dapat disiplin, mengapa Lubuklinggau kok bebas aturan?? kapan kita mulai percontohan agar Kota Lubuklinggau menjadi Kota Prima, yaitu Aman, Tertib, Disiplin dan Taat aturan, mohon pak kami mendambakan hal tersebut agar tidak dilupakan. mohon tanggapan !!

  • 60. nurchayadi  |  30 Mei 2010 pukul 5:51 pm

    aku baru di kota ini, tapi mungkin aku akan betah. aku sekarang tinggal di merasi salah satu daerah di lubuk linggau. aku serasa berada di kampungku sendiri

  • 61. zihni  |  28 Juli 2010 pukul 3:23 pm

    Lebaran tahun ini aku mau ke lubuk linggau.Ini kedua kalinya aku kesana, dan akan pertama kali naik bis ke sana. Pertanyaannya : Bis apa yang nyaman ditumpangi dari jakarta ke lubuk linggau? Aku mau ajak anakku yang masih kecil (masih balita). Apakah bis ke lubuk linggau itu ada sandaran kaki yang bisa dinaikkan supaya kita bisa duduk dengan kaki lurus (berselonjor)? Bagaimana kondisi jalan di sumatera ? terima kasih atas bantuan teman-teman.

  • 62. Mizu  |  31 Juli 2010 pukul 3:15 pm

    Kalau sekarang ada Lorena, tapi sepertinya tidak setiap hari. Mungkin untuk perjalanan darat itu yang paling nyaman, tapi kalau mau perjalanan udara dari Cengkareng ke Silampari ada juga pesawat komersil. Kalau tidak salah nama maskapainya Flykomala, tiket bisa dipesan di terminal 1C di loket Linusair, tapi informasi yang saya dapat penerbangannya masih belum setiap hari.

  • 63. zihni  |  03 Agustus 2010 pukul 3:29 pm

    Trims Kak Mizu…

  • 64. aguz  |  29 September 2010 pukul 10:45 am

    hiiiiii,

    aku asli anak LLG, skarang d karawang !

    ada yg dari LLG gag d karawang ?? Lam knal …..,

  • 65. Riana  |  29 Oktober 2010 pukul 8:54 pm

    pengen punya suami orang linggau… huks, semoga tercapai. amin

  • 66. riri  |  04 November 2010 pukul 7:44 pm

    iyo bener nian,,dx karuan lagi nengok linggau nie,payolah benar2 dikit nata kota tu.RTRW tu dibuat yg benar tros ditaati.jangan sembarang bae ngasih izin pembangunan ruko,supermarket coz tu dx menyerap tenaga kerja yg banyak malah mematikan pencaharian masyarakat kecil. buatlah yg bermanfaat untuk masyarakat banyak,dilindungin petani karet tu,kasih bantuan.aq percayo klo linggau tu punyo potensi yg lebeh,janganlah disia-siakan.sedeh aq nengok masyarakat khususnya petani karet,klo hrg karet jatoh dx ktex nian yg nolong.cepat tanggap la.

    ini kritik dari putri asli linggau,coz aq sayang nian dg linggau sm masyarakatnyo.

  • 67. riri  |  04 November 2010 pukul 7:53 pm

    untuk kakak admin,terimo kasih untuk tulisannya ttg linggau ^.^

    tp sekali2 tulisannyo jg ttg masalah lubuklinggau yo,kota nie perlu jg kritikan wong laen..:)

    adem ayem gx pnah ad brita tp menyimpan banyak masalah yg hrs dibenahi..
    untuk dinas2 tolong peka dg masalah msyrakat,jngan lg cx kasus cikungunya dulu.

  • 68. Yohanes Tri  |  24 November 2010 pukul 12:52 pm

    Mohon informasi nama bus dan harga tiket Linggau- jogja via palembang. Terimakasih

  • 69. Mizu  |  01 Desember 2010 pukul 1:58 pm

    Kalau armada bus saya kurang tahu, tapi biasanya kami naik travel untuk transportasi dari dan ke Palembag. Nyaris tidak ada bus dari Jawa yang menuju Linggau melewati kota Palembang terlebih dahulu, sebab akan sangat jauh. Sebenarnya Linggau ini lebih dekat dengan Bengkulu daripada dengan Palembang. Sementara harga tiket travel Palembang – Linggau rata-rata 100 – 200 ribu rupiah per seat. Nama yang cukup terkenal diantaranya TOP, Ratu Intan, Tarabina, BHW, dan masih banyak yang lainnya.

  • 70. Penginapan di jakarta  |  27 Februari 2011 pukul 11:55 am

    mampir nich dari jakarta selatan…
    also visit jasa pengamanan

  • 71. yogi pratama  |  25 Juli 2011 pukul 6:15 pm

    Bang Keberangkatan BUS Dr Jogja Ke Sumatra/ Lubuk linggau Kapan Ya??
    Harga tiket Berkisar Sampai Berapa Ribu BuAT 1 oRANG??

    yoggie91@yahoo.com

    Yogi Putra Linggau

  • 72. Rahmad Hidayat  |  21 Agustus 2011 pukul 8:36 pm

    kenapa tidak ada tanggapan tentang kecelakaan di lubuk linggau(lapter bandara lubuk linggau) padahal sudah ada banyak kecelakaan terjadi di sana tapi sampai sekarang kebut kebutan di lapter masih terjadi bagaimana upaya pemerintah untuk menangulanginya karena 10% kecelakaan terjadi di sana dan tidak banyak dari mereka meninggal dunia

  • 73. Hifzuhuma BMASAS  |  07 Juli 2012 pukul 8:38 am

    aq org linggau, pastinya brhrap yg trbaik tuk llg

  • 74. Hifzuhuma BMASAS  |  07 Juli 2012 pukul 8:40 am

    aq org linggau, tntunya brhrap yg trbaik tuk linggau

  • 75. kiky  |  30 Juli 2012 pukul 7:17 pm

    mo mudik duit cekak bro

  • 76. re  |  31 Juli 2012 pukul 8:05 pm

    pengen balek k merasiiii

  • 77. wilda  |  12 Desember 2012 pukul 9:33 am

    mohon bantuan ny dong,,
    apa budaya/mitos ibu hamil dan ibu melahirkan di kota lubuklinggau ??
    makasih

  • 78. Sugiyanto  |  28 April 2013 pukul 4:33 pm

    Kalo bs pesawat boing atw airbus donk untuk jkarta-lubuk linggau….

  • 79. Putra Clase  |  18 Mei 2013 pukul 12:50 am

    emg kota lubuk lunggau ne ..cukup rama2h wong nyo ,,,,,,,,,
    cntoh nyo aku ..wkwkwk

    wwwlinggau.com

  • 80. luzi apertha  |  11 September 2013 pukul 11:12 pm

    tanah kelahiranku dbn tempat ku mencari ilmu setelah selesai sekolah eh malah mengabdi di tempat orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

Pos-pos Terakhir

kata mereka…

luzi apertha on Lubuklinggau
Putra Clase on Lubuklinggau

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: