waktu

Ada begitu banyak buku yang menarik untuk dibaca, ada begitu banyak permainan asik yang bisa kita mainkan, ada begitu banyak petualangan, ada begitu banyak hal yang ingin kita lakukan, tapi hanya ada sedikit waktu untuk semua itu. Ada beragam jenis masakan, berbagai tipe manusia, aneka pilihan hidup dan segala cerita di dalamnya. Hidup manusia hanya sebentar untuk menikmati dunia fana ini.

Hari ini rasanya aku baru saja bangun pagi ini, lalu memulai aktivitas seperti biasa. Baru aku sadar kalau langit semakin gelap, dan pelan-pelan malam semakin larut. Meskipun aku bertekad untuk tidak tidur tapi mata ini sudah lelah dan mengantuk. Sayang sekali tidak ada yang bisa menahan waktu untuk berhenti.

Ada banyak film yang sudah aku sewa dan kukopi ke hardisk, siang tadi aku menghapus semuanya. Tidak ada waktu luang lagi untuk berharap menontonnya. Mungkin lebih baik aku tidak memikirkannya lagi, jadi aku menghapusnya. Tumpukan buku yang sudah aku kumpulkan sudah memenuhi rak, dan kebanyakan berdebu, beberapa bahkan masih belum kubuka plastiknya. Begitu cepat semua berlalu, beberapa game yang aku beli pun sudah tidak menarik lagi, padahal belum aku mainkan samasekali. Pagi tadi aku bereskan mejaku, dan di laci aku lihat beberapa bungkus makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. Sayang sekali. Tumpukan dokumen di rak kantorku pun belum aku sentuh. Sudah beberapa tahun sejak aku bertekad merapikannya.

Mungkin memang benar kalau kita harus punya fokus. Di lautan yang luas kita bisa menyelami seluruh isinya hanya kalau punya hidup yang abadi. Dunia ini, bahkan bumi ini terlalu luas untuk kita kenali seluruhnya. Ada begitu banyak rahasia dan keindahan. Waktu berlalu dan manusia hanya melihat sedikit. Kalau mereka bertanya kenapa aku begitu keras kepala dan seperti tidak pernah merasa lelah sebenarnya aku hanya berharap tidak sedang menyia-nyiakan hidupku yang singkat….

2 comments 10 Mei 2008

menikmati waktu

Hari-hari seperti biasa di ruangan panas, di kantorku. Sendirian berteman sepi dan suara-suara kicauan burung dari hutan sebelah yang menggema. Ada proyek penting menyelamatkan data temuan tim pemeriksa dalam hardisk yang disabotase. Jenis hardisk yang cukup langka, ExcelStor 10.2 GB. Ada goresan melintang di PCB-nya dan aku harap bisa menemukan hardisk identik sejenis di suatu tempat di muka bumi ini, ah tidak, di Indonesia saja lah. Nilai data di dalamnya cukup besar, konon beberapa milyar rupiah, pantas saja sampai ada sabotase.

Rencananya board hardisk ini mau kutukar dengan entah ada atau tidak barangnya. Kalau berhasil menemukan itu seharusnya ini masih bisa bekerja, itu kalau keping di dalamnya belum remuk.

Panas-panas gini jadi teringat pengalaman di Medan dua tahun lalu, udaranya juga sepanas ini. Berkumpul di sebuah barak, dalam kamar-kamar sempit, dengan tempat tidur bertingkat, empat kamar mandi untuk lima lusin manusia. Pengalaman selama tiga minggu yang cukup berkesan, bersama sejumlah rekan ABK dari pangkalan Tanjung Balai Karimun. Kalau ingat cerita mereka yang berminggu-minggu di dalam kapal patroli aku jadi bersyukur dengan nasibku sekarang ini. Membawa ransel penuh berisi, memanggul senapan, sambil berlari-lari lalu berguling-guling di lapangan becek dan berlumpur ditengah panas terik hampir membuat kami para peserta mati kahausan, dan pengalaman semacam itu membuatku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini.

Beberapa hari ini teman-teman bilang, “kayaknya loe perlu dokter deh”

yah, mereka pikir aku hampir gila.

2 comments 03 Mei 2008

kantorku dan cerita tentang hantu

Hampir selalu ada cerita tentang hantu di tempat yang biasa aku datangi. Sejak dari kecil sampai sekarang orang-orang di sekelilingku selalu bilang tempat yang aku tempati berhantu. Sejak dari Malang sampai Papua, pun di Sumatera ini bahkan dulu di Jakarta mulai dari sekolah, kampus, kantor, dan kamar tidurku.

Ada banyak orang yang bilang ruangan kerjaku di kantor ini berhantu. Beberapa orang tamu pernah secara kebetulan melihat sosok asing yang mengerikan duduk atau berdiri di dalam ruangan. Ada seorang tukang yang tiba-tiba jatuh dari tangga ketika memasang walpaper, katanya dia melihat sesuatu yang menakutkan. Ada sekelompok pekerja yang mengaku melihat sosok seseorang duduk di kursi ketika ruangan kosong di malam hari. Ada juga beberapa teknisi lain yang mengaku pernah diganggu, ditarik keluar waktu tidur malam-malam.

Sejauh ini aku masih tenang-tenang saja. Buatku mahluk nyata seperti bos ku lebih menakutkan daripada penampakan yang semacam itu. Toh selama berbulan-bulan tidak ada gangguan berarti, menginap di kantor, mandi di kamar mandi gelap, dan menikmati kesendirian adalah hal yang biasa.

Sebenarnya tidak cuma di kantor ini. Di kantor lama yang bekas hotel pun di ruanganku dikatakan cukup angker. Ketika masih baru datang dulu aku sering mendengar kursi dan meja besi bergeser dan laci serta lemari dibuka dari dalam ruangan-ruangan yang tertutup. Ada suara orang mencuci piring atau menyapu, padahal kosong. Aku hanya mengira itu hanya pantulan suara dari luar.

Di tempat kos ku dulu juga ada cerita semacam itu, juga kontrakanku yang sekarang ini. Beberapa orang bilang dulunya anak pemilik kos itu meninggal waktu melahirkan anak pertama. Kasihan sekali nasibnya, setelah meninggal malah digosipkan jadi hantu. Nenek yang tinggal di warung depan bilang garasi di bawah kamarku dan kamarku itu tempat yang angker. Ada-ada aja. Tidak lama setelah aku pindah ada seseorang yang tiba-tiba gantung diri di sana. Sebagian bangunan itu lalu dibongkar, diratakan dengan tanah.

Kalau kontrakanku yang sekarang biasa saja. Seniorku bilang dia pernah diganggu anak kecil waktu tertidur di kamarnya. Beberapa orang juga mengaku pernah mendengar suara yang tidak biasa. Entahlah, tiap kali aku pulang tengah malam biasa saja. Mandi di kamar mandi belakang yang katanya seram, lebih enak daripada tidur dengan kulit lengket, berkeringat, dan berdebu.

Tidak banyak pengalamanku tentang hantu. Ketika di Jayapura dulu tengah malam, sekali aku melihat bayangan hitam di dapur. Objek itu bergerak ke arah kamar mandi memantul-mantul seperti melompat-lompat cepat sekali, tapi tidak bersuara. Tidak tahu itu mimpi atau nyata, waktu itu aku terbangun tengah malam melihat pintu kamarku terbuka lebar, dan bayangan itu lewat tanpa bilang apa-apa. Dengan perasaan heran, takut, juga ngantuk aku tidur lagi merapatkan punggung di tembok dan memakai selimut menutupi seluruh tubuh. Padahal malam itu gerah sekali.

Kalau sekarang aku lebih sering menakut-nakuti teman-temanku. Mengagetkan mereka kalau kebetulan ketemu di tempat-tempat gelap dan sepi. Hehehe… kadang-kadang itu cukup menghibur.

2 comments 01 Mei 2008

Previous Posts


Tulisan Terakhir

Tema

Kerjaan Melamun Persinggahan Tentang mereka

kata mereka

yetty di kantorku dan cerita tentang…
yetty di waktu

Blogroll

favorit

hobi

komersial

Person